Cara Budidaya Tanaman Sirsak

Cara  Budidaya Tanaman Sirsak – Tanaman sirsak merupakan tanaman buah yang sudah di kenal banyak masyarakat. Tanaman ini berasal dari America yang memiliki iklim tropis, kemudian menyebar ke seluruh negara yang beriklim tropis terutamanya Indonesia.

1

Dalam budidaya sirsak ada dua jenis sirsak yang sering di budidayakan berupa sirsak yan memiliki biji, ukuran sedang dan juga manis. Sedangkan satu lagi kebalikan yaitu memiliki rasa asam, ukuran kecil dan juga biji sedikit. baca selengkapnya Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Sirsak

Syarat Tumbuhan 

  • Tanaman sirsak dapat tumbuh dengan ketinggian 1000 di atas permukaan laut.
  • Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada tanah subur, gembur dan banyak mengandung bahan organik.
  • Memiliki curah hujan yang baik dan juga terkena matahari yang sangat cukup.
  • Dapat di budidayakan di lahan luas dan sempit, tergantung dengan pemeliharaan.

Pembibitan Tanaman

Pemilihan bibit sirsak sebaiknya di perbanyak dengan okulasi, karena selain mudah untuk di tanam juga menghasilkan buah yang sangat berkualitas. Bibit yang di gunakan berupa bibit yang sehat, kuat dan kokoh, tidak serang hama dan penyakit, berasal dari indukan berkualitas dan tumbuh dengan baik, serta tidak abnormal ( cacat ).

Pengelolahan Media Tanam

Pengelolahan media tanam sangat penting bagi pertumbuhan tanaman sirsak, lahan yang di gunakan haruslah bersih dari tanaman lainnya, tidak ada tunggul yang menggangu dan juga bebas dari tanama liar yang ada di sekitar. Dalam pengelolahan tanah yang baik harus memperhatikan langkah-langka berikut ini :

  • Lahan yang akan di gunakan harus bersih dan juga di lakukan pengemburan dengan cara membajak atau mencangkul terlebih dahulu.
  • Kemudian berikan pemupukan dasar berupa pupuk kandang atau kompos, hingga merata Setelah itu buatlah lubang tanam dengan ukuran 50 x 50 x 50 cm dan berikan juga pupuk kandang yang telah matang. Diam juga 1-2 minggu.

Penanaman Tanaman

Penanaman tanaman sirsak sangat mudah, siapkan benih yang sudah di okulasi sekitar 2-3 bulan lalu lakukan penanaman dengan membuka polibag atau pembungkusnya dengan pisau dan jangan sampai menyentuh akar lalu tanam dengan jarak 4 x 4 cm atau lebih. Lalu benamkan tanah yang sudah di campurkan oleh pupuk kandang di dalam lubang yang sudah di tanam sirsak, lalu siram hingga basah.

Dalam penanaman ini sebaiknya di lakukan pada awal musim hujan yaitu pada pagi dan sore hari

Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan tanaman sirsak dapat di lakukan dengan cara penyulaman, pengairan, pemupukan , pemangkasan, sanitasi dan pengendalian hama dan penyakit.

a. Penyulaman

penyulaman di lakukan dengan cara mengantikan tanaman yang tidak tumbuh atau mati di lahan dengan mengantikan yang baru. Di lakukan 6 minggu setalah masa tanam.

b. Pengairan atau penyiraman

Tanaman sirsak membutuhkan penyiraman sekedarnya saja atau secukupnya yaiti di lakukan dengan 2 kali dalam satu hari. Apabila musim hujan lakukan pengurangan penyiraman.

c. Pemupukan

Tanaman sirsak membutuhkan pemupukan yang rutin bertujuan untuk menyuburkan tanah, menormalkan pH tanah dan mempercepat pembuahan. Pupuk yang di gunakan yaitu pupuk kompos, Urea, TSP, Zat Kapur dan juga lainnya tergantung dengan kondisi tanah yang di gunakan.

d. Pemangkasan

Pemangkasan dalam tanaman sirsaka ternyata sangat penting untuk menghambat pertumbuhan hama dan penyakit serta dapat mempercepat dalam pembuahan.

e. Sanitasi Lahan

Sanitasi sangat penting bagi setiap tanaman yang dapat di lakukan dengan menjaga, mengawasi dan juga mengontrol lahan agar terhindar dari tanaman liar, gulma dan juga hama dan penyakit yang akan menyerang.

Pengendalian Hama dan Penayakit

Secara umumnya hama yang sering menyerang tanaman sirsak berupa kutu sisik yaitu menyerang pada bunga, daun dan batang yang menjadi tanaman ini tidak tumbuh dan berbuah dengan baik. Pengendalian hama ini dapat di lakukan dengan dua cara yaitu secara alami dengan memanfaatkan musuh alami berupa cendawan parasit Cephalosporium lecanii. Sedangkan secara kimia melakukan penyemprotan insektisida sesuai dengan dosis yang di tentukan.

Namun, penyakit yang sering menyerang tanaman sirsaka berupa antraknosa yang sering menyerang pada buah dan membuat buah akan jatuh dan busuk. Pengendalian hama ini di lakukan dengan cara sanitasi dan penyemprotan fungisida dengan tepat.

Panen dan Pasca Panen

Pemanenan sirsak sangat cepat jika pemeliharan, perawatan dan juga pertumbuhannya sangat cepat. Buah sirsak dapat di panen 6-8 bulan jika melakukan perbanyakan dengan okulasi atau percangkokan. Pemanen ini di lakukan dengan cara memetik langsung tangkai atau buah, dengan di tandainya buah berwarna hijau tua, kekuningan dan juga tangkai sudah mengering.

Baca juga : Manfaat Dan Khasiat Buah Sirsak Bagi Kesehatan Tubuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *