Pusat Informasi Pertanian Masa Kini

By Fredikurniawan.com

Cara Mudah Budidaya Tanaman Palem Merah

Cara Mudah Budidaya Tanaman Palem Merah – Palem merupakan tanaman hias yang cukup banyak diidolakan oleh para penggiat tanaman hias. Kepopulerannya ini didasarkan oleh karena perawatannya yang mudah namun sosoknya tak kalah anggun dengan tanaman hias jenis lainnya. Akibat dari kepopulerannya ini, peminat tanaman palem pun semakin hari semakin bertambah banyak.  Salah satu jenis palem yang paling disukai adalah palem merah. Palem merah merupakan palem yang tergolong unik karena kelopak dibawah daunnya yang berwarna merah menyala. Palem merah menjadi yang paling diidolakan karena kombinasinya yang cantik antara warna pada batang dan daunnya yang tidak terlalu panjang ataupun lebar. Oleh karena hal-hal tersebut, permintaan akan tanaman ini pun akan tidak dapat tercukupi, jika upaya pembudidayaannya tidak banyak dilakukan.

1.1

Pembudidayaan palem merah mulai banyak digandrungi dan dilirik oleh para pengusaha tanaman hias. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bagi anda yang juga ingin membudidayakan tanaman ini. Hanya terdapat beberapa langkah penting yang harus diperhatikan dalam budidaya palem merah. Apa sajakah mereka? Mari kita pelajari bersama berikut ini:

Baca : Cara Memulai Bertanam Tabulampot Dengan Baik

  • Teknik pembibitan; menghasilkan anakan dari palem merah tergolong cukup sulit dan membutuhkan waktu cukup lama berkisar satu bulan. Terdapat dua cara untuk menghasilkan anakan dari palem merah yaitu melalui irisan bertahap atau irisan langsung. Irisan bertahap dilakukan dengan mengiris bagian rimpangan anak sebesar satu per empat bagiannya secara bertahap dengan selang waktu 10 hari. Irisan dilakukan hingga setengah bagian, tiga per empat bagian, dan akhirnya dapat dilepas dari induknya. Sedangkan irisan langsung dilakukan dengan mengiris secara langsung anakan sampai putus tetapi tidak melepaskannya dari rumpun. Diamkan irisan tersebut berkembang selama beberapa bulan. Setelahnya, barulah gali tanah di sekitaran irisan anakan dan angkat bagian tersebut dengan teknik putaran.
  • Teknik pengolahan media tanam; palem merah dapat dibudidayakan dalam media tanam berupa pot. Akan tetapi, pot yang baik untuk budidaya palem merah adalah pot yang terbuat dari tanah liat. Untuk ukurannya sesuaikan dengan ukuran induk dari bibit palem yang akan ditanam. Media tanah lebih baik disiapkan pada tanah dengan pH 6,5 dan dengan perbandingan sebagai berikut, tanah : pasir : pupuk kandang = 1 : 1 : 1 atau sekam padi : sabut kelapa : pasir = 1 : 2 : 1.
  • Teknik pengapuran; mengingat kondisi tanah yang asam perlu diberikan kapur dolomite dengan kadar 200 gram per 10 kilogram media tanam.
  • Teknik penanaman; jika ditanam di halaman bukan dalam pot, maka harus diberikan jarak antar tanaman sekitar 3 meter. Lalu untuk ukuran lubang tanaman dapat disiapkan sejak 2 minggu sebelumnya dengan ukuran 30 cm x 30 cm x 30 cm atau sesuai ukuran bibitnya. Teknik penanaman adalah dengan memasukan tanaman dan menimbun akarnya hingga pangkal batang. Lalu padatkan tanah disekitarnya untuk memastikan tanaman dapat tumbuh dengan kokoh.
  • Teknik pemupukan; dilakukan sesuai dengan besar ukuran palem yang ditanam. Intensitas pemberiannya pun ditentukan sebagai berikut, untuk pupuk organik sebanyak 2 sampai 4 kali dalam setahun sedangkan pupuk anorganik 2 sampai 3 kali dalam setahun.
  • Teknik pengairan; jumlah air yang dibutuhkan oleh palem dapat disesuaikan juga dengan ukuran dan kondisi cuaca. Secukupnya saja dan jangan berlebihan.

Baca juga:

Langkah serta teknik budidaya palem merah inilah yang dapat menentukan kesuksesan pertumbuhan tanaman tersebut. Cukup rumit untuk pemula, namun tidak ada salahnya mencoba. Mengingat palem merah yang sudah semakin popular karena keanggunannya, mungkin saja upaya budidayanya dapat menjadi peluang usaha bagi anda ataupun penghias halaman anda bagi para penggiat tanaman hias.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pusat Informasi Masa Kini © 2016 Frontier Theme