Ketahui Efek Samping Aborsi Kuret

Ketahui Efek Samping Aborsi Kuret –  Kuret adalah nama salah satu alat operasi yang digunakan untuk mengangkat isi dalam rahim.atau dikenal dengan sebutan kuretasi. Proses ini dilakukan dengan bantuan dari dokter kandungan dan umumnya dilakukan dengan waktu kurang dari 10-15 menit. Dapat dilakukan dengan cara menggores atau menggosok-gosok alat pada dinding rahim, dengan alat aspira vakum (kuretesa hisap).

Kuret tidak hanya dapat untuk mengeluarkan isi rahim, tapi juga dapat juga untuk mendiagnosis kondisi rahim tertentu, seperti pendarahan vagina tanpa sebab. Ada beberapa efek samping yang harus diketahui sebelum melakukan aborsi kuret.

Efek Samping Melakukan Aborsi Kuret

Meskipun dilakukan dengan prosedur yang aman dan jarang menyebabkan kompilkasi, namun operasi aborsi kuret memiliki efek samping atau risiko, diantaranya:

1. Kerusakan Rahim

Kerusakan rahim sering terjadi pada kasus  obat aborsi (resep dan non resep) yang dilakukan pada usia kehamilan 12-24 minggu. Kerusakan rahim yang dialami, seperti kerusakan leher rahim, perlubangan (perforasi) rahim, dan luka robek pada rahim (laserasi).

2. Infeksi Leher Rahim

Infeksi leher rahim ini akan melebar dan menyebar dengan cepat selama proses aborsi yang diinduksi oleh obat aborsi baik resep dokter maupun tidak. Bakteri dari luar akan masuk dengan mudah kedalam tubuh, sehingg akan menimbulkan infeksi di rahim, saluran tuba dan panggul. Tanda-tanda infeksi rahim, adalah sakit kepala, nyeri otot, pusing, atau tidak enak badan (demam tinggi).

3. Infeksi Peradangan Panggul

Infeksi peradangan panggul adalah salah satu penyakit yang dapat menyebabkan penurunan tingkat kesuburan wanita. Kondisi ini akan menyebabkan kematian, dari beberapa kasus infeksi ini akan menyebabkan perdarahan hebat karena jaringan kehamilan akan menumpuk atau terperangkap di dalam rahim. Selain itu, penumpukan tersebut akan memicuh pertumbuhan bakteri, dan juga menyebabkan akan kehilangan darah.

4. Terbentuk Jaringan Parut pada Dinding Rahim

Jaringan parut pada dinding rahim terbentuk, karena prosedur aborsi kuret atau dikenal dengan sebutan sindrom Asherman. Kondisi ini memang jarang sekali terjadi, namun sangat membahayakan. Kondisi ini juga dapat menyebabkan siklus menstruasi tidak normal, menyebabkan rasa sakit, keguguran kehamilan lanjutan, dan ketidaksubura. Biasanya ditanggani dengan cara operasi.

5. Paradangan Pada Lapisan Rahim

Peradangan lapisan rahim atau dikenal dengan endometritis, biasanya karena infeksi. Endometritis ini bisa terjadi pada semua orang aborsi, namun kebanyakan yang mengalami adalah remaja yang berumur 18-20 tahun. Infeksi ini dapat menyebabkan komplikasi pada organ reproduksi, tingkat kesuburan dan masalah kesehatan lain.

6. Perdarahan Vagina Berat

Perdarahan hebat ini terjadi karena efek aborsi serius, umumnya juga disertai dengan demam tinggi dan adanya gumpalan jaringan janin dari rahim. Perdarahan ini terjadi selama 2-12 jam berturut-turut.

Adapun beberapa efek samping lain aborsi kuret umumnya baik menggunakan obat aborsi maupun melakukan aborsi kuret akan mengalami, seperti:

  • Kram perut ringan.
  • Sakit punggung.
  • Mengeluarkan bercak darah selama beberapa hari.
  • Efek samping obat bius, seperti mual dan pusing usah melakukan aborsi kuret.
  • Perdarahan atau pengumpalan darah hebat atau berkepanjangan.
  • Demam lebih dari 38 derajat celcius.

Demikianlah informasi tentang Ketahui Efek Samping Aborsi Kuret . Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, serta menambah wawasan anda. TERIMA KASIH.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *