Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Berbagi Ilmu Pengetahuan

By Fredikurniawan.com




Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkecambahan Biji Terlengkap

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkecambahan Biji TerlengkapPerkecambahan adalah tahap awal perkembangan suatu tumbuhan, khususnya tumbuhan biji. Dalam tahap ini, embrio didalam biji berada dalam kondisi dorman mengalami perubahan fisiologis yang menyebabkan berkembang menjadi tumbuhan muda, tumbuhan muda dikenal sebagai kecambah.

Baca: Klasifikasi dan Morfologi Kerang Mutiara (Pincatada sp)

Proses perkecambahan diawali dengan penyerapan air dari lingkungan sekitar biji, baik tanah, udara maupun media lainnya. Sehingga terjadinya pembesaran ukuran biji karena sel embrio membesar dan biji melunak. Adapun tipe-tipe perkecambahan biji, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Perkecambahan epigeal, adalah tipe perkecambahan yang ditandai dengan hipokotil yang tumbuh memanjang sehingga plumula dan kotiledon terangkat kepermukaan tanah. Contoh tumbuhan ini adalah kacang tanah, kedelai, bunga matahari dan kacang hijau.
  • Perkecambahan hipogeal, adalah tipe perkecambahan yang ditandai dengan epikotil memanjang kemudian plumula tumbuh ke permukaan tanah menembus kulit biji. Contoh tumbuhan ini adalah kacang ercis, kacang kapri, jagung dan rumput-rumputan (Campbell et al., 2000:366).

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkecambahan Biji (Benih)

Faktor yang mempengaruhi perkecambahan biji, terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal, yaitu:

1. Faktor Internal (dalam)

a. Ukuran Benih

Benih yang memiliki ukuran besar dan berat memiliki cadangan makanan yang relatif banyak jika dibandingkan dengang ukuran kecil pada jenis yang sama. Cadangan makanan yang terkanduyng didalam jaringan penyimpan digunakan sebagai sumber energi bagi embrio pada saat perkecambahan (Sutopo, 2002). Berat benih sangat mempengaruhi kecepatan pertumbuhan dan produksi karena berat benih menentukan besarnya pertumbuhan kecambah pada saat fase awal dan berat tanaman pada saat panen (Blackman, dalam Sutopo, 2002).

b. Tingkat Kemasan Benih

Benih yang dipanen sebelum tingkat kemasakan secara fisiologisnya tidak mempunyai viabilitas yang tinggi karena belum memiliki cadangan makanan yang cukup serta pembentukan embrio yang belum sempurna (Sutopo, 2002). Pada umumnya biji yang siap tingkat kemasakannya kadar air sudah menurun sekitar 20%, maka memiliki berat kering maksimum, daya tumbuh maksimum dan daya kecambah maksimum atau memiliki mutu yang tinggi (Kamil, 1979).

C. Domansi

Benih yang dapat dikatakan domansi, apabila benih tersebut hidup tetapi tidak berkecambah walaupun diletakan pada kemasan atau wadah tertentu. Dapat dikatakan domansi ketika benih menunjukan keadaan dimana benih-benih sehat (viabel), namun gagal berkecambah ketuika dalam kondisi yang secara normal baik untuk berkecambah, seperti kelembaban yang cukup, suhu dan cahaya yang sesuai (Lamber 1992, Schmidt, 2002).

d. Penghambat Perkecambahan

penghambat perkecambahan benih dapat berupa inhibator baik dalam benih maupun di permukaan benih, serta adanya larutan dengan nilai osmotikyang tinggi dan bahan yang menghambat metabolik atau menghambat laju respirasi (Kuswanto, 1996).

2. Faktor Ekternal (Luar)

a .Air

Penyerapan air oleh benih dipengaruhi oleh sifat benih itu sendiri terutamanya kulit pelindung dan jumlah air yang tersedia pada media sekitarnya, sedangkan jumlah air yang diperlukan sangat bervariasi tergantung jenis benih dan tingkat pengambilan air dipengaruhi oleh suhu (Sautopo, 2002). Menurut Darjadi (1972), perkembangan benih tidak akan dimulai bila air belum diserap masuk kedalam benih sekitar 80%-90% dan umunnya dibutuhkan kadar air benih sekitar 30%-55% (kamil, 1979).

b. Suhu

Suhu optimal yang paling menguntungkan dalam perkecambahan benih dimana persentase perkembangan tertinggi yaitu kisaran suhu antara 26,5 0C – 35 0C (Sutopo, 2002). Suhu sangat mempengaruhi kecepatan proses permulaan perkecambahan dan ditentukan oleh berbagai sifat lain, seperti sifat domansi benih, cahaya dan zat tumbuh gibberallin.

C. Cahaya

Kebutuhan cahaya untuk perkecambahan sangat bervariasi tergantung pada jenis tanaman  (Sautopo, 2002). Adapun  besar pengaruh cahaya terhadap perkecambahan tergantung instensitas cahay, kualitas cahaya, dan lama penyinaran (Kamil, 1979). Menurut Adriance and Broson, dalam Sutopo (2002), pengaruh cahay terhadap perkecambahan benih, terdiri dari 4 golongan yaitu golongan memerlukan cahaya mutlak,  golongan memerlukan cahaya untuk mempercepat perkecambahan, golongan dimana menghambat perkecambahan dan golongan dimana benih dapat berkecambah baik pada tempat gelap ataupun ada cahaya.

D. Oksigen

Secara berlangsungnya perkecambahan, proses respirasi akan meningkat disertasi dengan meningkatkan kebutuhan oksigen dan pelepasan CO2, air dan energi panas. Terbatasnya oksigen akan menghambat proses perkecambahan benih (Sutopo, 2002). Menurut Kamil (1979), benih akan berkecambah dalam udara mengandung 20%  oksigen dan 0,03% CO2. Namun untuk benih yang dorman, perkecambahan akan terjhadi jika oksigen masuk kedalam benih ditingkatkan sampai 80%, karena biasanya oksigen yang masuk ke embrio kurang dari 3%.

e. Medium (Media)

medium yang baik untuk perkecambahan benih, harus memiliki sifat fisik yang baik, gembur, mempunyai kemampuan menyerap air dan bebas dari organisme penyebab penyakit terutamanya cendawan (Sutopo, 2002). Namun untuk pengujian viabilitas benih dapat menggunakan media, seperti substrat kertas, pasir dan tanah.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkecambahan Biji Terlengkap. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Loading…

Loading…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tempat Berbagai Ilmu Pengetahuan © 2017 Frontier Theme