Pusat Informasi Pertanian Masa Kini

By Fredikurniawan.com

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Semangka

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Semangka – Tanaman semangka dengan latin “ citrullus vulgaris ” merupakan tanaman merambat yang sudah banyak di kenal masyarakat dan juga merupakan tanaman yang sangat populer. Tanaman ini sangat banyak yang membudidayakan atau menanamnya, terutamanya petani indonesia.

1

Tanaman ini memanglah sangat mudah di budidayakan, namun hal yang  jadi kendali dan hambatan para petani untuk membudidayakan tanaman ini adalah hama dan penyakit yang menyerang tanaman semangka. Hal ini para petani sebagian tidak tau mengatasinya dan mengendalikannya. Dalam kesempatan ini fredikurniawan.com akan mengulas kembali cara pengendalian hama dan penyakit tanaman semangka dengan sederhana dan mudah.

Hama dan penyakit tanaman semangka

1. Hama tanaman semangka

a. Thrips

Ciri-ciri : memiliki ukuran tubuh kecil, berwrna kuning kehitman dan mempunyai ruas-ruas pada bagian badan.

Gejala : menyerang pada daun, bunga dan juga buah muda, yang menyebabkan kekuningan, bunga mati dan juga berguguran.

Pengendalian :

  • Melakukan sanitasi terhadap kebun atau lahan.
  • Menyemprot tanaman semangka dengan insektisida hingga tanaman lembab dan basah.

b. Ulat perusak daun

Ciri-ciri : ulat berwrna hijau , memiliki garis hitam atau kuning dan memiliki bulu pada bagian badandan juga kaki.

Gejala : menyerang daun menjadi kekuningan, bolong tidak beraturan dan juga akan layu, serta kering.

Pengendalian :

  • Melakukan pemunggutan langsung dan sanitasi kebun.
  • Menyemprot dengan menggunakan pestisida berbahan aktif sesuai dosis.

c. Tungau

Ciri-ciri : memiliki badan berukuran kecil, berwaran kemerahan dan kekuningan, serta menyenagt atau menggigit jika disentuh.

Gejala : memiliki sarang di daun, daun menjadi kuning, kering dan bolong-bolong tidak beraturan.

Pengendalian :

  • Melakukan pemunggutan langsung dan sanitasi kebun.
  • Menyemprot dengan menggunakan pestisida berbahan aktif sesuai dosis.

d. Ulat tanah

Ciri-ciri : memiliki warna kehitaman, berbintik- bintik, panjang tubuh 2-5 cm dan merusak pada malan hari.

Gejala : merusak akar mudah dan tunas baru, sehingga tanaman menjadi mati dan rusak.

Pengendalian :

  • Melakukan penyemrempakan penanaman untuk memutuskan siklus hidup hama tersebut.
  • Melakukan sanitasi kebun atau lahan.
  • Melakukan penyemprotan pestisida sesuai dengan dosis.

e. Kutu putih dan lalat buah

Ciri-ciri : Mempunyai sayap, berwarna kuning dan juga memiliki bercak serta memiliki belalai.

Gejala : buah atau kulit buah memiliki aroma yang tidak enak atau masam serta membuat rusak buah menjadi busuk.

Pengendalian :

  • Membersihkan tanaman yang terserang hama
  • Melakukan saninatsi secara teratur.
  • Melakukan penyemprotan pestisida dengan baik.

2. Penyakit tanaman semangka

a. Layu fusarium

Penyebab : lingkungan lembap , dan juga banyaknya gulma atau tanaman liar sekitar tanaman.

Gejala : tanaman menjadi busuk, kering dan juga terjadi perubahan warna menjadi kuning serta layu.

Pengendalian :

  • Melakukan sanitasi kebun dan juga penjarangan tanam.
  • Sebelum penanaman melakukan perendaman benih dengan fungisida.
  • Melakukan penyemprotan fungisida dengan berskala.

b. Bercak daun

Penyebab : spora penyakit yang menyebar ke tanaman dengan bantuan angin.

Gejala : permukaan daun, terdapat bercak kuning dan kehitaman. Sehingga tanaman akan mudah mati dan kering.

Pengendalian

  • Melakukan penyemprotan fungisida dengan Dithane M-45 sesuai dengan dosis yang di tentukan.

c. Antarknosa

Penyebab : sperti layu fusarium

Gejala : permukaan daun memiliki bercak daun kecoklatan dan juga berubah warna menjadi kemerahan dan kelamaan akan cepat mati.

Pengendalian :

  • Melakukan sanitasi kebun atau lahan
  • Melakukan penyemprotan fungisida Vlimex 80 Wp sesuai dengan dosis.

d. Busuk semai

Gejala : batang benih akan berubah warna menjadi coklat, merambat dan tanaman akan cepat mati.

Pengendalian :

  • Sebelum persemainan di lakukan sebaiknya melakukan perendaman dengan larutan Benlate dan difolathan sesuai dengan anjuran.

e. Busuk buah

Penyebab : jamur atau bakteri patogen yang menginfeksi atau menyerang buah menjelang buah matang.

Gejala : buah akan membusuk sebelum masa panen dan buah akan mudah berguguran atau berjatuhan.

Pengendalian :

  • Menjaga kulit buah dari serangan penyakit ini, agar tidak busuk.
  • Melakukan sanitasi lahan atau kebun.
  • Melakukan penyemprotan dengan fungisida berbahan aktif.

f. Karat daun

Penyebab : virus yang terbawa oleh hama tanaman yang berkembang pada daun tanaman.

Gejala : daun kuning, belang, berbubah bentuk menjadi abnormal, kerdil dan cepat mati.

Pengendalian :

  • Untuk melakukan tindakan ini, harus melakukan sanitasi.
  • Penyakit ini belum dapat di basmi, karena pengendalian kimia sampai saat ini belum di temukan.

baca juga : Panduan Dasar cara Budidaya Buah Semangka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pusat Informasi Masa Kini © 2016 Frontier Theme