Pusat Informasi Pertanian Masa Kini

By Fredikurniawan.com

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Padi

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Padi – Tanaman padi merupakan tanaman yang sangat memiliki nilai ekonimis tinggi dengan tanaman lainnya. Tanaman ini merupakan sumber pakan kehidupan manusia dan juga kebutuhan manusia setiap harinya. upaya peningkatan produksi padai inilah hal yang sangat menyulitkan bagi para petani.

1

hambatan hama dan penyakit, jika tidak di lakukakan penaangan serius akan menimbulkan masalah besar berupa gagal panen, penurunan produksi dan juga kematian terhadap tanaman. Oleh karena ada bebepa cara pengendalian untuk mengatasi masalah tersebut dengan mengetahui gejala penyakit dan juga cara pembasmian. Berikut cara pengendalian hama dan penyakit tanaman padi.

Hama Tanaman Padi

a. Pengerek Batang Padi ( Stem borer )

Gejala : Merusak tanaman anakan sehingga mati, yang akan mengakibatkan penurunan produksi dan juga kematian pada tanaman padi.

Pengendalian :

  • Melakukan perawatan dan juga pengeontrolan tanaman.
  • Melakukan penyemprotan dengan insektisida berbahan aktif seperti bensultao, karbofuran dan lainnya.

b. Wereng Coklat ( Brown planthopper )

Gejala : gejala yang di timbulkan oleh hama ini adalah kerusakan tanaman menjadi menguning dan juga mengering.

Pengendalian :

  • Pemberian pupuk K untuk mengurangi kerusakan.
  • Menyemprot insektisida berbahan aktif Amitraz , Buprofezin dan lainnya.

c. Wereng Hijau ( Green leafhopper )

Gejala : Tanaman menjadi kerdil, pendek, anakan berkurang, dauan berubah menjadi kuning dan orange.

Pengendalian :

  • Menanam varietes tanaman padi berupa IR72 dan IR66.
  • Penyemprotan insektisida berbahan aktif berupa BPMC, Buprofezin dan lainnya.

d. Kepinding tanah ( black bug )

Gejala: Merusak sekitar lubang bekasa hisapan berubah menjadi coklat, dauan mengering dan mengulung.

Pengendalian :

  • Membuat perangkap lampu, lalu di bakar atau di bunuh.

e. Walang sangit ( rice bug )

Gejala : Menyebabkan kerusakan pada daun, bunga menjadi berubah warna dan mengapur serta hampa.

Pengendalian:

  • Menggunakan jaring perangkap dan mengendalian gulma.
  • Penyemprotan insektisida berbahan aktif.

f. Tikus ( Rat )

Gejala : Kerusakan pada bagian akar, batang, beras dan juga daun menjadi kering dan mati.

Pengendalian :

  • Menggunakan penyemprotan asap
  • Dan juga dapat di basmi dengan hewan pemangsa.

g. Ganjur ( Gall midge )

Gejala : Daun menggulung, dan juga terjadi perubahan warna menjadi kuning dan kecoklatan.

Pengendalian:

  • Menggunakan perangkap lampu, Kerena hama ini ini cahaya.
  • Melakukan penyemprotan insektida granular berbahan aktif.

h. Hama putih palsu ( Leaffolder )

Gejala : Daun keriting, berwarna putih dan mengulung yang di timbulkan oleh larva hama putih palsu.

Pengendalian :

  • Jika sudah parah baru bisa melakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif fipronil atau karbofuran.

i. Ulat

Gejala : Kerusakan pada daun mejadi kuning, mengulung, dan juga kering.

Pengendalian :

  • Melakukan penyemprotan dengan insektida berbahan aktif.

Orong-orong ( mole cricket )

Gejala : Kerusakan pada akar tanaman padi dan menyebabkan kematian padi.

Pengendalian :

  • Menggunakan umpan sekam.
  • Menggunakan penyemprotan insektisida berbahan aktif karbofuran atau fipronil.

j. Lalat bibit ( Rice whord maggot )

Gejala : bercak pada daun menjadi kunging, mengulung dan juga akan membuat dauan menjadi layu dan kering.

Pengendalian :

  • Mengeringkan sawah.
  • Menggunakan penyemprotan insektisida berbahan aktif bensultao dan karbofuran.

k. Keong mas ( Golden apple snail )

Gejala : bibit tidak tumbuh, dan berkembang. Dan memakan daun mudah hingga dauan habis.

Pengendalian:

  • Melakukan pemungutan langung jika sedikit penyerangan.
  • Jika parah lakukan penyemprotan dengan herbisida.

l. Burung ( Bird )

Gejala : buah tanaman habis dan juga terkelupas dan hancur pada tanaman padi.

Pengendalian :

  • Menggunakan perangkap burung
  • Dan membuat orang-orang sawah.

Penyakit Tanaman Padi

a. Hawar daun bakteri ( Bakterial leaf blight )

Gejala : bercak dauan berwarna unging sampai putih, berbentuk garis lebam pada bagian tepi daun.

Pengendalian :

  • Di lakukan sanitasi lahan dengan baik.
  • Menggunakan pupuk nitrogen sesuai dengan anjuran.
  • Penjarangan penanaman.

b. Bakteri dauan bergaris ( Bacterial leaf streak )

Gejala : menimbulakan bercak daun berwarana kuning sampai berwan kehitaman atau gelap.

Pengendalian :

  • Menggunakan bibit yang berkualitas
  • Menggunakan pupuk nitrogen dengan anjuran.
  • Mengatur jarak tanam dan juga pengaturan perairan.

c. Blas ( Blast )

Gejala : dauan bercak kuning pada bagian ujung daun, hingga berwarna kecoklatan dan juga kering pada tanaman.

Pengendalian :

  • Menggunakan pemupukan nitrogen dengan tepat.
  • Melakukan penyemrotan fungisifda dengan bahan aktif.

d. Hawar pelepah daun ( Sheat blight )

Gejala : rusaknya pada batang tanaman padi menjadi kuning, kecoklatan dan bahkan kering, dan lama kelamaan akan mati.

Pengendalian :

  • Melakukan rotasi tanaman dengan kacang kacangan untuk mengurangi panyakit.
  • Melakukan penyemprotan dengan fungisida berbahan aktif berupa heksakonazol dan karbendazim.

e. Busuk batang ( Stem rot )

Gejala : terjadinya pembusukan pada batang menjadi kuning, kecoklatan dan kehitaman. Mengakibatkan kematian pada tanaman padi.

Pengendalian :

  • Menggunakan pemupukan yang teratur
  • Menggunakan penyemprotan fungisida berbahan aktif berupa belerang atau difenokonazol.

f. Tungro

Gejala : pembusukan pada bunga tanaman padi dan juga membuat tanaman tidak berbunga.

Pengendalian :

  • Melakukan penyemprotan fungisida dengan baik dan teratur.
  • Dan melakukan penjarangan sebelum tanam di lakukan.

g. Kerdil rumput ( Grassy stunt )

Gejala : jika sudah terserang tanaman padi akan sulit tumbuh dan berkembang, serta pendek dan kerdil pada tanaman padi.

Pengendalian :

  • Mengendalikan dengan cara mencari musuh penyakit yaitu wereng coklat.

Baca juga : Klasifikasi dan Morfolgi Tanaman Padi

2 Comments

Add a Comment
  1. fredikurniawan

    Salam kenal kembali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pusat Informasi Masa Kini © 2016 Frontier Theme