Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Berbagi Ilmu Pengetahuan

By Fredikurniawan.com




Cara Pengendalian Ulat Grayak Pada Tanaman Bawang Merah

Cara Pengendalian Ulat Grayak Pada Tanaman Bawang MerahUlat Grayak (Spodoptera litura) adalah salah satu hama utama yang disebabkan oleh larva dari ngengat (Spodoptera xigua L.). Hama ulat grayak ini juga merupakan hama nokturnal yang aktif pada malam hari dan akan bersembunyi paada siang hari.

Baca: Cara Mengatasi Penyakit Busuk Daun (Antraknosa) Pada Bawang Merah

Hama yang disebabkan oleh larva ini memiliki sayap depan berwarna gelap dan sayap belakang berwarna agak putih, biasanya diletakan pada pangkal ujung daun secara berkelompok. Jumlah larva yang diletakan berskira 50-150 butir bahkan lebih dan akan menetas menjadi ulat grayak dalam waktu 3-4 hari.

Gejala dan Ciri-Ciri Hama Ulat Grayak Bawang Merah

  • Daun berlubang, tidak rata dan abnormal
  • Daun mengguning, hingga kehitaman atau tampak busuk
  • Daun menjadi layu dan kering
  • Terkadang terdapat bercak berwarna kehitaman pekat

Cara Mengatasi dan Membasmi Ulat Grayak Bawang Merah

1.  Pengendalian Secara Kultur Teknis

  • Melakukan sanitasi, atau pengendalian gulma secara teratur.
  • Menghindri penggunaan pupuk Nitrogen berlebihan.
  • Pengelolahan media tanah, dan air dengan baik.
  • Penerapan pola tanam, seperti mengatur jarak tanaman, pergiliran tanaman, pengaturan waktu tanam, dan penanaman serentak
  • Penggunaan varietes toleran, seperti varietes Kuning dan Bima

2. Pengendalian Secara Mekanik

  • Pemasangan lampu perangkap (Light trap), dilakukan dengan membuat lampu sederhana dan baskom yang berisi air. Bertujuan untuk menekankan populasi ulat grayak dengan cepat.
  • Pemasangan perangkap feromon, menggunakan atraktan (senyawa pemikat) yang dirancang khusus untuk mengendalikan populasi ulat grayak. Perangkap ini akan bisa bertahan berkisat 2 bulan atau satu musim tanam.
  • Pengumpulan telur atau larva secara langsung, kemudian daun yang bergejala dimusnahkan dengan cara dibakar atau dipendam dalam tanah.
  • Pemasangan kelambu atau kasa yang dipasang pada lahan budidaya bawang merah, namun membutuhkan biaya yang cukup besar.

3. Pengendalian Secara Biologis

  • Menggunakan Parasitoid S. exigua seperti Apanteles sp, Siadegma sp, Cotesia sp, Chaprops sp, Eupletectrus sp, Eriborus sinicus, Stenomesius japonicus, Steinerna sp, Peribaea sp dan Telenomus spodopterae.
  • Menggunakan patogen serangga, seperti Bacillus thuringiensi, Beauveria bassiana, Erynua spp, Mikrosporodia SeNPV, dan Paecilomyces farinous.
  • Predator lain, seperti Carabidae

4. Pengendalian Secara Kimiawi

  • Menggunakan obat kimiawi dengan jenis insektisida berbahan aktif, seperti BPMC, Sipermetrin, Siromezin, Fenvalerat dan sebagainya.
  • Atau juga bisa menggunakan insektisida Lannete hijau untuk ulat dewasa dan insektisida berbahan aktif, seperti Klorfenapir. Penggunaan harus dilakukan sesuai dengan dosis yang ditentukan.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Pengendalian Ulat Grayak Pada Tanaman Bawang Merah. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat, terima kasih.

Loading…

Loading…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tempat Berbagai Ilmu Pengetahuan © 2017 Frontier Theme