Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Berbagi Ilmu Pengetahuan

By Fredikurniawan.com




Pengendalian Hama dan Penyakit Burung Puyuh

Pengendalian Hama dan Penyakit Burung Puyuh – Hama dan penyakit burung puyuh adalah salah satu masalah penting yang harus dihadapi dalam budidaya/beternak puyuh. Hal ini dikarenakan akan mempengaruhi  produksi yang dihasilkan puyuh, terutamanya produksi telur, kualitas daging dan bahkan angka kematian yang cukup tinggi.

Baca: Cara Beternak Puyuh Untuk Pemula

Untuk itu, harus melakukan tindakan pencegahan dan pengendalian hama dan penyakit puyuh dengan tepat dan teratur. Berikut ada beberapa hama dan penyakit puyuh yang sering menyerang selama beternak burung puyuh, diantaranya:

Hama dan Penyakit Burung Puyuh

1.Radang Usus (Quail enteritis)

  • Penyebab: bakteri anerobik dalam usus yang membentuk spora.
  • Gejala: pencernaan burung tidak baik, nafsu makan menurun, tampak lesu, kotoran berair dan pergerakan lambat.
  • Pengendalian: sanitasi kandang, menjaga kebersihan kandang, pemeliharaan baik, dan melakukan pemisahan ternak sakit.

2.Tetelo (NCD/New Castle Diseae)

  • Penyebab: virus NDV
  • Gejala: hidung berair (pilek), hidung tersumbat, mengorok, syap turun lemat, kaki terseret, dan keadaan tubuh lemah.
  • Pengendalian: melakukan vaksinasi per oral (lewat mulut) maupun dicampurkan lewat air minum.

3.Berak Darah (Coccidiosis)

  • Penyebab: protozoa yang bernama Eimeria sp
  • Gejala: berak darah dan mencret, nafsu makan turun, dan tubuh akan menggigil kedinginan.
  • Pengendalian: pemberian Noxal, Trisula Zuco, Sulfuaqui moxaline, amprolium dan cxaldayoco melalui air minum atau mulut.

4.Berak Kapur (Pullarum)

  • Penyebab: bakteri Sallmonela pullarum
  • Gejala: kotoran berwarna putih, sayap mengantung, bulu kusam dan nafsu makan turun.
  • Pengendalian: penyuntikan antibiotik, misalnya coccilin, neo terramycin, tetra atau mycomas sesuai dengan dosis yang ditentukan.

5.Cacar Unggas (Fowl Pox)

  • Penyebab: virus familia poxviridae dan genus Avipoxvirus
  • Gejala: papula kecil berwarna kelabu, kulit tidak berbulu, radang, keropeng, dan penyumbatan pada hidung.
  • Pengendalian: penggunaan vaksin dipteria sesaui dengan dosis yang ditentukan.

6.Quail Bronchitis

  • Penyebab: virus adenovirus
  • Gejala: sesak napas, hidung mengeluarkan lendir, bulu kusam dan bersin-bersin
  • Pengendalian: sanitasi perkandangan, menjaga kebersihan kandang, dan melakukan vaksinasi secara teratur

7.Aspergillosis

  • Penyebab: Cendawan Aspergillus fumigatus
  • Gejala: gangguan pernafasan, mata terdapat gumpalan kecil berwarna kekuningan, nafsu makan berkurang dan bulu kusam.
  • Pengendalian: melakukan sanitasi, menjaga kebersihan dan melakukan vaksinasi.

8.cacingan

  • Penyebab: tidak menjaga kebersihan kandang dengan baik.
  • Gejala: tubuh burung puyuh kurus, lesuh dan kondisi lemah
  • Pengendalian: sanitasi kandang, menjaga kebersihan kandang, dan pemberian antibiotik.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Pengendalian Hama dan Penyakit Burung Puyuh Semoga berguna dan bermanfaat. Terima Kasih.

 

Loading…

Loading…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tempat Berbagai Ilmu Pengetahuan © 2017 Frontier Theme