Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Berbagi Ilmu Pengetahuan

By Fredikurniawan.com




Pengertian Antibiotik dan Penggolongan Antibiotik

Pengertian Antibiotik dan Penggolongan Antibiotik – Antibiotik atau antibiotika  berasal dari bahasa latin anti yang berarti melawan dan bios yang berarti hidup. Antibiotik dapat diartikan bahwa zat yang dihasilkan dari mikroba atau bakteri yang dapat menghambat atau melawan pertumbuhan mikroba jenis lainnya.

Baca: Cara Budidaya Burung Puyuh

A.Pengertian Antibiotik Menurut Ahli


(Harmit dan radji, 2008 )menyatakan bahwa antibiotik adalah zat biokimia yan diproduksi oleh suatu mikroorganisme yang dalam juma kecil dapat menghambat pertumbuhan atau membunuh pertumbuhan mikroorganisme lain.

Menurut Tjay dan Rahardja, 2007 menyatakan bahwa antibiotik adalah zat kimia yang dihasilkan oleh fungi dan bakteri, yang memiliki manfaat mematikan atau menghambat pertumbhan kuman, sedangkan toksistasnya bagi manusia relatif kecil.

B.Penggolongan Antibiotik


Penggolongan antibiotik secara umum dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

1. Berdasarkan struktur kimia antibiotik (Tjay dan Rahardja, 2007)


a.Golongan Beta-laktam, yaitu golongan sefalosporon ( sefaleksin, sefazolin, sefaruksim, sefadroksil, seftazidim), golongan monoksiklik dan golongan pensilin (penisilin dan amoksisilin).

b.Antibiotik golongan aminoglikosida, yang dihasilkan oleh jenis fungi seperti streptomyces dan micromonospora.

c.Antibiotik golongan tetrasiklin, khasiatnya bersifat  bakteriostatis,  hanya melalui injeksi itravena dapat dicapai dengan kadar plasma yang bakterisid lemah. Mekanisme kerjanya berdasarkan diganggunya sintesa protein kuman.

d.Antibiotik golongan marolida, bekerja bakteriostatis terutamanya pada bakteri gram posistif dan spectrum. Mekanisme kerja melalui  pengikatan reversibel pada ribosom kuman, sehingga sintesa proteinya dirintangi.

e.Antibiotik golongan linkomisin, dihasilkan oleh streptomiyces lincolnensis.

f.antibiotik golongan kuinolon, berkhasiat bakterisid pada fese pertumbuhan kuman, berdasarkan inhibisi terhadap enzim Dna gyrase kuman, sehingga sintesis DNAnya dihindar.

g.Antibiotik golongan kloramfenikol, mempunyai spektrum luas, berkhasita terhadap hampir semua kuman gram positif  dan sejumlah kuman gram negatif.

2. Berdasarkan sifat toksisitas selektif, ada antibiotik yang bersifat bakteriokstatik dan ada juga yang bersifat bakterisid (Anonim, 2008).


3. Berdasarkan mekanisme kerjanya terhadap bakteri, antibiotik dikelompokan sebagai berikut (stringer, 2006)


a.Inhibitor sintesis dinding sel bakteri memiliki efek bakterisiadal dengan cara memecara enzim dinding sel dan menghambat enzim dalam sintesis dinding sel.

b.Inhibator sintesis protein bakteri memiliki efek bakterisidal atau bakteriostatik dengan cara menggangu sintesis protein tanpa mengganggu sel-sel normal dan menghambat tahap-tahap sintesis protein.

c.Mengubah permeabilitas membran sel memiliki efek bakteriostatik dan bakteriostatik  dengan menghilangkan permeabilitas membran dan hilangnya subtansu seluler yang menyebabkan sel menjadi lisis.

d.Menghambat sintesa folat mekanisme ketrja  yang terdapat pada obat-obat seperti sulfonamida dan trimetoprim.

e.Menganggu sinteisi DNA mekanisme kerja yang terdapat pada obat-obat sperti kinolon, nobiosin dan metronidasol.

4. Berdasarkan aktovitasnya, antibiotik dikelompokan sebagai berikut (Kee, 1996)


a.Antibiotika spektrum luas (broad spectrum) contoh tetrasiklin dan sefalosporin sangat efektif terhadap organisme baik gram positif maupun gram negatif.

b.Antibiotik spektrum sempit (narrow spectrum), jenis ini hanya efektif untuk melawan satu jenis mikroorganisme. Contohnya penisilin dan eritrosin.

5. Berdasarkan daya hambat antibiotik, dikelompokan menjadi dua (anonim, 2008)


a.Time dependent killin, antibiotik akan menghasilkan daya bunuh maksimal, kadar pertahan hidupnya cukup lama diatas kadar hambat minimal kuman. Contoh penisilin, linezoid dan eritromisin.

b.Concentraion dependent killing, antibiotik akan menghasilkan daya bunuh maksimal kadar relatif tinggi atau dalam dosis besar, tetapi tidak dapat mempertahankan kadar tinggi dalam jangka waktu lama. Contoh aminoglikosida, fluorokuinolon dan ketolid.

Baca Juga:

Demikianlah ulasan tentang Pengertian Antibiotik dan Penggolongan antibiotik semoga berguna dan bermanfaat. Terima Kasih.

Loading…

Loading…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tempat Berbagai Ilmu Pengetahuan © 2017 Frontier Theme