Pusat Informasi Pertanian Masa Kini

By Fredikurniawan.com

Cara Penyuntikan Hormon Perangsang Pemijahan Ikan Lele

Cara Penyuntikan Hormon Perangsang Ikan Lele – Ikan lele merupakan ikan air tawar yang menjadi favorit untuk dikonsumsi. Ikan yang dagingnya manis serta tebal ini semakin hari semakin meningkat permintaannya. Permintaan yang terus meningkat tentu harus ditanggulangi oleh para pembudidaya ikan lele. Ikan lele yang dibudidayakan diharapkan dapat mencukupi kebutuhan permintaan dengan tingkat perkembangbiakkannya yang tinggi.

Cara Penyuntikan hormon perangsang ikan lele

Tingkat perkembangbiakkan dari lele dapat ditingkatkan dengan menyuntikkan hormon perangsang. Hormon perangsang yang disuntikkan pada ikan lele bermanfaat untuk merangsang peerkawinan antara ikan lele jantan dan ikan lele betina. Perkawinan antara ikan lele jantan dan betina sebenarnya dapat dilakukan secara pemijahan alami. Secara alami pemijahan ikan lele terjadi tanpa bantuan manusia. Hanya saja pemijahan alami harus menunggu waktu yang tidak bisa ditentukan dan terkadang tidak dapat mencukupi kebutuhan permintaan. Oleh karena itulah terdapat metode pemijahan ikan lele buatan.

Baca: Tips Merawat Burung Poksay Agar Gacor dan Berkicau

Pemijahan ikan lele buatan merupakan pemijahan ikan lele yang dilakukan dengan bantuan manusia. Bantuan manusia dalam pemijahan ikan lele adalah dengan menyuntikkan hormon perangsang kepada kedua ikan lele yang akan dikawinkan. Terdapat tiga cara pemijahan buatan yang dapat dilakukan pada ikan lele, yaitu dengan cara zat ovaprim, hipofisa, dan in vitro. Pemijahan yang menggunakan cara penyuntikkan ada dua jenis yaitu dengan menyuntikkan zat ovaprim atau hipofisa. Lalu, bagaimana cara penyuntikkan hormon perangsang pemijahan ikan lele yang benar? Berikut ini dapat anda temukan langkah-langkah dalam cara penyuntikan hormon perangsang pemijahan ikan lele yang harus diperhatikan.

  • Jika menggunakan zat ovaprim, maka yang harus dilakukan adalah menyuntikkan zat ovaprim melalui punggung kanan dan kiri pada ikan lele jantan dan betina. Zat ovaprim adalah zat yang paling banyak digunakan sebagai perangsang pemijahan. Manfaat dari zat ini selain dalam merangsang pemijahan juga tidak mengancam kelangsungan hidup ikan lele yang dilakukan pemijahan. Setelah disuntikkan xat ovaprim maka ikan lele dimasukkan ke dalam kolam yang sama dan pemijahan pun akan terjadi
  • Sedangkan pemijahan menggunakan penyuntikkan hormon hipofisa dilakukan dengan mengambil kelenjar hipofisa dari ikan lele lainnya. Pilihlah ikan lele yang ukuran, berat, dan umurnya sama dengan ikan lele yang akan dipijah. Setelah menemukan lele yang cocok, maka penyutikkan hormon hipofisa dapat dilakukan. Penyuntikkan harus dilakukan dengan hati-hati dan penuh ketelitian. Penyuntikkan hormon hipofisa dapat merangsang sel telur pada ikan lele untuk lebih cepat melakukan pemijahan.
  • Pemijahan buatan dengan cara in vitro adalah cara yang paling ekstrim karena sel telur dan sperma dari induk ikan lele jantan dan betina. Pengambilan ini dapat menyebabkan kematian pada kedua induk. Setelah diambil, sel telur dan sperma akan disatukan dalam satu wadah.

Baca Juga:

Demikianlah tiga cara pemijahan buatan yang dua diantaranya adalah dengan melakukan cara penyuntikan hormon perangsang pemijahan ikan lele. Tentu setiap cara yang dilakukan memiliki resikonya masing-masing, namun karena resikonya yang lebih kecil tapi dapat menghasilkan anakan lele yang banyak cara penyuntikan hormon hipofisa menjadi lebih populer untuk digunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pusat Informasi Masa Kini © 2016 Frontier Theme