Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Berbagi Ilmu Pengetahuan

By Fredikurniawan.com




Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Jahe

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Jahe – Tanaman jahe (Zingger officinale) adalah tanaman rimpang yang sangat dikenal dan populer bagi kalangan masyarakat Indonesia sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Jahe ini memiliki bentul jemari yang mengembung di ruas-ruas tengah.

Baca: Cara Ampuh Mengatasi Hama Lalat Buah Tanaman Cabai

Budidaya tanaman jahe, memang tergolong sangat mudah. Tetapi hal utama yang harus diperhatikan adalah hama dan penyakit, yang dapat menyebabkan kegagalan dalam budidaya tanaman jahe. Ada beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman jahe, yang harus diketahui bagi para petani adalah sebagai berikut:

Hama dan Penyakit Tanaman Jahe

A. Hama Tanaman Jahe

1. Kepik (Epilahre sp)

Gejala serangan: Daun akan bergerigi, berlubang dan berwarna kecoklatan.

Pengendalian: Penyemprotan dengan larutan pestisida berbahan aktif, seperti Betasiflutrin dan Pronofos. Biasanya juga bisa disemprotkan dengan larutan, insektisida organik, dengan menggunakan air tuba yang berasal dari tanaman tuba.

2. Kumbang (Araeceras fassicularis)

Gejala serangan: Rimpang akan berubah bentuk menjadi abnormal, seperti membulat tidak beraturan dan terdapat lubang telur kumbang.

Pengendalian: Penggunakan larutan insektisiada, dan nematisida, seperti Karbofuran dengan dosis 1 gram/tanaman jahe.

3. Kutu Daun (Aspidella hartii)

Gejala serangan: Daun akan menggulung, layu, mengguning, dan berguguran.

Pengendalian: Penggunakan pestisida berbahan aktif, seperti Abemektin, Amitraz, Metamil, Difokol dan lainnya. Digunakan dengan dosis yang sudah ditentukan, agar tanaman tidak rusak.

4. Ulat Penggerek Akar (Dishorcrosis puntiferalis)

Gejala serangan: Akar akan rusak, kering dan bahkan tanaman mati akibat kekurangan nutrisi dan unsur hara.

Pengendalian: Penggunaan larutan insektisida berbahan aktif, seperti Karbofuran, Bensulta, Bisultap, Karbisulfan, Fibronil dan Dimehipo dengan dosis yang ditentukan pada label produk.

5. Nematoda (Melodogyne sp)

Gejala serangan: Akar terdapat benjolan/bintil kecil, dan rimpang akan berubah warna kecoklatan.

Pengendalian: Penggunaan pestisida nabati ekstrak nimba, tagetes dan jarak, menerapkan pola tanam campuran, sanitasi, rotasi tanaman dan aplikasi pestisida kimia (nematisida).

B. Penyakit Tanaman Jahe

1. Penyakit Layu Bakteri

Penyebab: Bakteri Solanacearum

Gejala serangan: Daun akan menggulung, abnormal dan rimpang akan membusuk bila di potong akan mengeluarkan cairan berwarna putih hingga kecoklatan.

Pengendalian: Penggunaan larutan fungisida berbahan aktif, seperti Dithane M-45 (0,25%), Bavistin (0,25%).

2. Penyaki Bercak Daun

Penyebab: Jamur/cendawan Cersospora atau Phyllosticta

Gejala serangan: Daun akan terdapat bercak, berwarna abu-bau hingga kecoklatan, dan daun akan membusuk serta tanaman akan mati.

Pengendalian: Penggunaan larutan fungisida, seperti Aceobat 50 WP, Antracol 70 WP, Antila 80 WP, Bion M 1/48, Benlox 50 WP dll.

3. Penyakit Busuk Rimpang

Penyebab: Jamur Fusarium oxysporum sp.

Gejala serangan: Rimpang akan membusuk, daun layu mengguning dan lama-kelamaan tanaman mati.

Pengendalian: Sebelum fase penanaman jahe, sebaiknya benih direndam dahulu dengan larutan fungisida, seperti Mancozeb, Benomyl, Metil tiofonat dan Karbendazim 0,3% selama 2 jam.

Baca Juga:

Demikianlah informasi tentang Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Jahe. Semoga artikel diatas dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih.

Loading…

Loading…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tempat Berbagai Ilmu Pengetahuan © 2017 Frontier Theme